Atfal Compass
ListeningAges 5–9

Khalid Tahu Semua Jawabannya... Tapi Apakah Ia Mau Mendengarkan Semua Orang?

Ayo, anak-anak, duduk dekat sini. Malam ini aku akan menceritakan kisah tentang seorang anak laki-laki bernama Khalid.

Suatu sore, Fatimah, Khalid, Aisyah, dan Umar sedang duduk bersama di rumah. Di luar, angin bertiup sepoi-sepoi, dan di dalam rumah, semua ingin melakukan sesuatu yang seru. Mata Fatimah berbinar. "Ayo kita main kuis sains dan teknologi!" katanya.

Semua bersorak gembira. Fatimah mengajukan pertanyaan pertama: "Siapa yang menemukan listrik?"

Belum selesai Fatimah bertanya, Khalid sudah berseru, "Listrik itu tidak ditemukan oleh siapa-siapa! Listrik memang sudah ada di alam. Para ilmuwan hanya belajar memahaminya dan memanfaatkannya."

Fatimah tersenyum. "Betul sekali!"

Lalu ia mengajukan pertanyaan berikutnya: "Siapa yang membuat internet?"

Kali ini, Umar cepat-cepat mengangkat tangan. Ia tahu jawabannya dan ingin sekali menyampaikannya. Tetapi... sebelum ia sempat berkata apa-apa, Khalid lagi-lagi menyela. "Banyak orang bersama-sama! Vint Cerf dan Bob Kahn berperan besar dalam membangun dasar-dasarnya."

Tangan Umar perlahan turun. Ia berkata pelan, "Padahal itu yang mau aku bilang..."

Anak-anak, coba pikirkan. Menurut kalian, bagaimana perasaan Umar saat itu? Agak sedih, kan?

Fatimah menyadarinya. Ia menoleh kepada Khalid dan berkata dengan sangat lembut, "Khalid, kamu tahu banyak hal, dan itu hebat sekali! Tapi beri juga kesempatan kepada yang lain untuk berpikir dan menjawab."

Khalid memandang Umar, dan ia pun mengerti. "Oh! Aku terlalu bersemangat sampai langsung asal menjawab. Maaf ya, Umar."

"Tidak apa-apa!" kata Fatimah. "Mulai sekarang, kita buat aturan: kita angkat tangan, kita tunggu giliran, dan kita dengarkan jawaban teman yang sedang bicara sampai selesai."

Semua mengangguk. Lalu Fatimah mengajukan pertanyaan berikutnya: "Apa itu prompt dalam AI?"

Dan tahukah kalian apa yang Khalid lakukan? Ia tahu jawabannya. Ia bahkan mengangkat tangan... tetapi kali ini, ia tidak bicara. Ia menunggu gilirannya dengan tenang.

Fatimah memberi kesempatan kepada Aisyah. Aisyah berkata dengan gembira, "Prompt adalah pertanyaan atau perintah yang kita berikan kepada AI! Misalnya: 'Ceritakan tiga fakta menarik tentang semut.'"

Fatimah bertepuk tangan. "Jawaban yang hebat sekali, Aisyah!"

Dan Khalid? Ia juga tersenyum. Karena hari ini ia telah belajar sesuatu yang tidak pernah ditanyakan dalam kuis mana pun.

Mengetahui banyak hal itu baik, tetapi mendengarkan orang lain dan memberi mereka kesempatan jauh lebih baik. Orang yang benar-benar bijak tidak hanya berbicara; ia juga mau mendengarkan.

Mari mengobrol bersama

  1. Menurutmu, bagaimana perasaan Umar ketika Khalid menjawab lebih dulu?
  2. Aturan apa yang dibuat Fatimah, dan mengapa aturan itu baik?
  3. Kapan kamu merasa sulit menunggu giliran? Apa yang bisa membantumu untuk sabar menunggu?

More short stories →